Lencana Facebook

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


makanan khas jepang


Masakan Jepang, makanan yang dimasak dengan cara memasak yang berkembang secara unik di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Dalam bahasa Jepang, makanan Jepang disebut nihonshoku atau washoku.
Sushi, tempura, shabu-shabu, dan sukiyaki adalah makanan Jepang yang populer di luar Jepang, termasuk di Indonesia.
Berikut sebagian makanan khas dari negeri sakura ini:
Domburimono
Hidangan ini terdiri dari sebuah mangkuk (domburi) beras ditutup dengan berbagai lauk seperti daging sapi rebus (Gyudon), ayam dan telur (oyakodon), udang goreng (tendon) atau daging babi goreng dan telur ( katsudon) dengan sup tahu dan acar. Mereka sering makan ini karena harganya lebih terjangkau.
Tempura
Description: http://cdn.beritaunik.net/wp-content/uploads/2011/10/shrimp_tempura_.jpg
Tempura adalah seafood atau sayuran yang dicelupkan ke dalam adonan dan digoreng, tempura disajikan dengan saus dan daikon. Kata “Tempura” berasal dari Portugis ‘tempero’ ( saus) dan hidangan ini berasal dari pertengahan abad ke-16, ketika Portugis dan budaya Spanyol pertama kali diperkenalkan ke Jepang.
Sukiyaki
Description: http://cdn.beritaunik.net/wp-content/uploads/2011/10/sukiyaki.jpg
Ini adalah sup sayuran lezat dgn daging sapi yang dimasak dengan Nabe besar dan dicelupkan ke dalam semangkuk telur mentah yang telah hancur. Sayuran yang biasanya digunakan adalah daun bawang, jamur shiitake dan daun krisan (shungiku). Juga ditambahkan dengan tahu dan mie (shirataki), bahan dimasak dalam saus yang terbuat dari kecap, gula dan sake manis (mirin).
Shabushabu
Description: http://cdn.beritaunik.net/wp-content/uploads/2011/10/Shabushabu.jpg
Untuk hidangan ini, kita bisa mencelupkan irisan tipis daging sapi dalam panci berisi air mendidih selama beberapa detik dan kemudian daging sapi tadi dicelupkan ke dalam saus wijen (goma dare) sebelum kita makan. Kemudian, sayur-sayuran seperti jamur Enoki dan kubis cina, tahu dan shirataki ditambahkan. Ketika dimasak, makanan ini dicelupkan ke dalam saus kecap dan jeruk (ponzu). Setelah daging sapi dan sayuran telah selesai, udon dapat ditambahkan ke dalam panci dan dimakan dengan tambahan Penyedap lain seperti kaldu, bawang putih, lokio dan daikon. Ini merupakan makanan yang paling Ekonomis di jepang
Okonomiyaki
Description: http://cdn.beritaunik.net/wp-content/uploads/2011/10/okonomiyaki.jpg
Ini dapat digambarkan sebagai kue Jepang yang gurih. Sayuran dan daging cincang atau seafood yang dicampur dengan adonan dan dimasak di atas wajan. Seperti kue yang lain, Okonomiyaki bisa dibalik agar matang di kedua sisinya. kemudian diatasnya dilumuri dengan saus khusus dan mayones dan ditaburi nori dan ikan kering serpih (katsuobushi) maupun telur goreng.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Konser LADY GAGA


Lady Gaga batal konser di Indonesia. Berita itu tidak hanya heboh di Indonesia. Seluruh dunia sudah tahu. Penyanyi tenar yang kerap mengumbar "kemolekan tubuhnya" di atas panggung itu kini jadi pembicaraan di mana-mana.

Sejumlah media massa ternama dunia mempublikasikan penolakan Lady Gaga untuk konser di Jakarta. FPI pun ikut tenar.

Tak kurang dua media massa besar di Inggris Telegraph dan Dailymail memberitakan jika Lady Gaga ngotot gelar konsernya di Jakarta maka 30.000 massa dari Front Pembela Islam (FPI) akan demo menolak Lady Gaga.

"Mereka juga mengancam akan mencegat dia di bandara," demikian The Telegraph dalam situsnya, Selasa (15/5).

Mengutip Ketua FPI Jakarta Salim Alatas yang mengatakan. "Kami akan menghentikan dia menjejakkan kaki di tanah kami. Dia sebaiknya tidak berani menyebar iman setannya di negeri ini (Indonesia)".

"Gayanya yang vulgar, pakaiannya seksual dan tidak senonoh akan menghancurkan rasa anak-anak kita dari moralitas. Dia sangat berbahaya," kata Salim.

Dalam laman berbeda, Dailymail, melansir konser Lady Gaga diprotes ekstrimis Islam di Indonesia.

Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tulis Dailymail memang merupakan negara moderat namun dihuni juga oleh Muslim "garis keras" Front Pembela Islam (FPI).

Mereka mengutip Juru Bicara FPI, Munarman, yang menyebut Lady Gaga menghina semua agama. Bahkan orang Kristen di Korea menentang dia. Dia mempromosikan penyembahan setan.

Media ternama di Singapura, The Straitstimes dalam situsnya menulis penolakan FPI terhadap Lady Gaga.

Situs Indianexpress juga melansir penolakan FPI yang disebut mereka sebagai kelompok Islam garis keras di Indonesia. Ketua FPI Habib Rizieq mengancam jika Lady Gaga konser di Indonesia.

Konser Lady Gaga di Jakarta mendapat reaksi luas. Bahkan diberitakan sebelumnya Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin konser Lady Gaga di Jakarta karena alasan keamanan

Pro dan kontra rencana konser penyanyi asal Amerika Serikat, Lady Gaga, di Indonesia, terus menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak. Sementara Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo mengatakan sampai saat ini belum ada kata final izin tidak dikeluarkan.

Pro dan kontra rencana konser Lady Gaga itu terungkap dalam dialog kerukunan beragama di Jakarta, baru-baru ini. Tokoh agama Franz Magnis Suseno yang hadir dalam acara itu, menilai, ada kecenderungan polisi takut dengan ormas radikal. Menurut dia, kontroversi kedatangan Lady Gaga bisa diatasi bila aparat tidak memiliki ketakutan terhadap kelompok radikal tertentu.

Di bagian lain, pihak promotor konser Lady Gaga, Big Daddy, masih bungkam perihal izin konser yang dianggap menjadi akar permasalahan. Sedangkan Jenderal Polisi Timur Pradopo menegaskan hingga saat ini polisi masih mengevaluasi perizinan konser Lady Gaga, dan belum ada kata final izin tidak dikeluarkan.

Kondisi itu membuat Little Monster--julukan untuk para fans Lady Gaga--jadi mengambang. Mereka belum mendapat kepastian tentang konser sang Mother Monster di Jakarta.

Sosok Lady Gaga memang selalu lekat dengan kontroversi. Sebelum terkenal sebagai penyanyi, Lady Gaga pernah muncul dalam sebuah tayangan di MTV Amerika tahun 2005. Kala itu, Stefani Germanotta yang belum menggunakan nama Lady Gaga menjadi korban keisingen tim Boiling Points MTV.

Lady Gaga dijebak dalam suasana yang menjengkelkan dengan diawasi kamera tersebunyi. Dalam boiling points, sang korban harus menahan amarah dalam jangka waktu yang ditentukan. Untuk episode ini, Lady Gaga gagal mendapatkan uang 100 dolar AS karena telanjur emosi dengan ulah pelayan restoran.(DSY)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengobatan Diabetes Mellitus

Perencanaan makan, olahraga serta usaha menurunkan berat badan adalah dasar dari bagaimana penderita diabetes millitus menghadapi penyakitnya. Tanpa perencanaan makan dan kedisiplinan menjalani misalnya, mustahil kiranya penderita dapat mengatasi penyakitnya. Bahkan diabetes millitus yang masih dalam tahap ringan dapat ditanggulangi/disembuhkan hanya dengan pola makan saja. Bila seluruh usaha diatas telah dijalankan dengan baik tetapi kadar gula darah masih belum berada pada batas normal, barulah penderita memerlukan obat.
Obat untuk penderita diabetes mellitus dikenal sebagai obat hipoglikemik atau obat penurun kadar glukosa dalam darah. Walaupun efektif dan mudah dipakai, penggunaan obat ini harus sesuai dosis atau berdasarkan petunjuk dokter. Bila dosis terlalu rendah komplikasi kronis akan muncul lebih dini. Sedang dosis yang berlebih atau cara pemakaian yang salah dapat menimbulkan hipoglikemia.
Obat hipoglikemik ada dua macam. Yaitu berupa suntikan dan berupa tablet. Untuk sebagian orang, istilah obat sendiri memang sudah ditinggalkan. Karena tidak ada obat yang dapat menyembuhkan diabetes millitus. Penyembuhan hanya bisa bila disertai sikap hidup -perencanaan makan yang benar. Ada 2 golongan obat hipoglikemik oral yaitu golongan sulfonilurea dan biguanid.
Pengobatan Medis
Yang dimaksud pengobatan medis adalah pengobatan dengan disiplin kedokteran. Obat medis dapat dibagi dalam beberapa golongan:Description: http://www.naturindonesia.com/images/stories/diabetes/tablet.png
SULFONILUREA Golongan ini dapat menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi dengan cara merangsang keluarnya insulin dari sel b Pankreas. Dengan demikian bila pankreas sudah rusak dan tidak dapat memproduksi insulin lagi maka obat ini tidak dapat digunakan. Karena itu obat ini tidak berguna bagi penderita diabetes millitus tipe I. Namun, akan berkhasiat bila diberikan pada pasien diabetes millitus tipe II yang mempunyai berat badan normal.Penggunaan obat golongan sulfonilurea pada yang gemuk dan obesitas harus hati-hati. Karena mungkin kadar insulin dalam darah sudah tinggi (hiperinsulinemia). Hanya saja insulin yang ada tidak dapat bekerja secara efektif. Pada penderita diabetes mellitus dengan obesitas, pemberian obat golongan ini akan memacu pankreas mengeluarkan insulin lebih banyak lagi. Akibatnya keadaan hiperinsulmnemia menjadi lebih tinggi. Ini berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.
BIGUANID Obat golongan biguanid bekerja dengan cara meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin yang diproduksi oleh tubuh sendiri. Obat ini tidak merangsang peningkatan produksi insulin sehingga pemakaian tunggal tidak menyebabkan hipoglikemia.Obat golongan biguanid dianjurkan sebagai obat tunggal pada penderita diabetes mellitus dengan obesitas (BBR> 120%). Untuk penderita diabetes mellitus yang gemuk (BBR> 110%) pemakaiannya dapat dikombinasikan dengan obat golongan sulfonilunea.Efek samping yang sering terjadi dari pemakaian obat golongan biguanid adalah gangguan saluran cerna pada hari-hari pertama pengobatan. Untuk menghindarinya, disarankan dengan dosis rendah dan diminum saat makan atau sesaat sebelum makan. Wanita hamil dan menyusui tidak dianjurkan memakai obat golongan ini.

ACARBOSE Acarbose bekerja dengan cara memperlambat proses pencernaan karbohidrat menjadi glukosa. Dengan demikian kadar glukosa darah setelah makan tidak meningkat tajam. Sisa karbohidrat yang tidak tercerna akan dimanfaatkan oleh bakteri di usus besar, dan ini menyebabkan perut menjadi kembung, sering buang angin, diare, dan sakit perut.Pemakaian obat ini bisa dikombinasi dengan obat golongan sulfonilurea atau insulin, tetapi bila terjadi efek hipoglikemia hanya dapat diatasi dengan gula murni yaitu glukosa atau dextrose. Gula pasir tidak bermanfaat.Acarbose hanya mempengaruhi kadar gula darah sewaktu makan dan tidak mempengaruhi setelah itu. Obat ini tidak diberikan pada penderita dengan usia kurang dan 18 tahun, gangguan pencernaan kronis, maupun wanita hamil dan menyusui. Acarbose efektif pada pasien yang banyak makan karbohidrat dan kadar gula darah puasa lebih dari 180 mg/dl.
INSULIN Insulin diinjeksikan sebagai obat untuk menutupi kekurangan insulin tubuh (endogen) karena kelenjar sel b pankreas tidak dapat mencukupi kebutuhan yang ada. Pengobatan dengan insulin berdasarkan kondisi masing-masing penderita dan hanya dokter yang berkompeten memilih jenis serta dosisnya. Untuk itu insulin digunakan pada pasien diabetes millitus tipe I. Penderita golongan ini harus mampu meyuntik insulin sendiri.
Untuk sebagian penderita diabetes millitus tipe II, juga membutuhkan pemakaian insulin. Indikasi berikut menunjukkan bahwa penderita perlu menggunakan insulin.
  • Kencing manis dengan komplikasi akut seperti misalnya ganggren.
  • Ketoasidosis dan koma lain pada penderita.
  • Kencing manis pada kehamilan yang tidak terkendali dengan perencanaan makan.
  • Berat badan penderita menurun cepat.
  • Penyakit diabetes mellitus yang tidak berhasil dikelola dengan tablet hipoglikemik dosis maksimal.
  • Penyakit disertai gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat.
Description: http://www.naturindonesia.com/images/stories/diabetes/suntik.pngAda berbagai jenis insulin, yaitu Insulin Kerja Cepat (Short acting insuline), Insulin Kerja Sedang (Intermediate acting insuline) dan Insulin Premiks (Premixing insuline) yang merupakan campuran Short acting insuline dan Intermediate acting insuline. Ada juga insulin yang memiliki daya kerja 24 jam (Long acting insuline).
Pengobatan Tradisional
Pengobatan tradisional, pengobatan dengan menggunakan bahan dari tanaman berkhasiat obat sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Secara umum paham ini disebut herbalisme, yaitu satu usaha memperbaiki fungsi tubuh dengan menggunakan bahan tumbuh-tumbuhan, baik berasal dari satu tumbuhan ataupun dari ramuan beberapa tumbuhan. Dalam herbalisme ada prinsip dasar, yaitu menggunakan tumbuhan secara utuh. Jadi bukan mengambil zat yang bermanfaat untuk penyakit tertentu saja atau bahkan meggunakan campuran-campuran bahan sintetik. Pembuatan obat tradisional ini cukup sederhana, sehingga siapa saja yang mau mempelajarinya tentu dapat mengolahnya.
Antara Pengobatan Medis dan Pengobatan Tradisional
Ada perbedaan antara pengobatan tradisional dengan pengobatan secara medis (ilmu kedokteran modern). Pengobatan medis sifatnya menghancurkan. Untuk itu reaksi yang didapat biasanya cepat terasa. Sedangkan obat tradisional sifatnya membangun. Reaksi yang ada cukup lambat.
Hal di atas memang sesuai dengan prinsip dasar pengobatan medis dan herbalisme. Pengobatan tradisional berpegang pada keseimbangan fungsi organ tubuh secara alami. Sehingga ia tidak hanya mengobati atau menghilangkan gejala satu penyakit, tetapi berusaha mengembalikan fungsi tubuh hingga menjadi seimbang kembali. Pengobatan tradisional biasanya kurang cocok untuk hal-hal yang sifatnya harus cepat penanganannya, misalnya untuk infeksi akut. Sebaliknya pengobatan tradisional sangat bagus untuk penyakit-penyakit kronis yang bahkan tidak sanggup lagi diobati dengan cara medis.
Pada dasarnya tubuh kita mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk menyembuhkan penyakit. Timbulnya satu penyakit sendiri dimengerti karena fungsi tubuh menjadi tidak seimbang. Ketidak seimbangan ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor lingkungan, fisik, emosi/kejiwaan, juga faktor sosial misalnya perubahan kebiasaan makan, dsb. Jadi bila terdapat satu gangguan di tingkat sel atau disfungsi di satu bagian tubuh, maka hal ini akan menyebabkan ketidak seimbangan dibagian lain. Apabila tubuh kita tidak dapat mengatasi hal ini, maka akan timbul satu penyakit. Penyakit itu sendiri akhirnya menrupakan disfungsi dari satu bagian tubuh yang akan menimbulkan ketidak seimbangan dibagian yang lain. Demikian seterusnya. Contoh kejadian ini bisa kita lihat dengan jelas pada komplikasi yang disebabkan oleh diabetes millitus (baca halaman komplikasi).
Dalam herbalisme dikenal satu istilah reaksi balik atau tindak balas. Tindak balas ini berhubungan langsung dengan sistem kekebalan tubuh. Dalam tindak balas ini sistem kekebalan tubuh kita membuang zat-zat atau sisa produk (racun) yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Jadi dalam tindak balas terjadi satu proses detoksifikasi. Tindak balas ini sangat berbeda dengan apa yang dalam ilmu kedokteran disebut disease crisis. Disease crisis terjadi karena tubuh tidak sanggup menghadapi satu penyakit atau zat-zat yang dianggap racun oleh tubuh termasuk bahan-bahan kimia dari obat-obatan medis. Oleh sebab itulah dalam ilmu kedokteran selalu ditekankan adanya efek sampingan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Vibrio cholerae


Vibrio cholerae is a Gram-negative, comma-shaped bacterium. Some strains of V. cholerae cause the disease cholera. V. cholerae is facultatively anaerobic and has a flagellum at one cell pole. V. cholerae was first isolated as the cause of cholera by Italian anatomist Filippo Pacini in 1854, but his discovery was not widely known until Robert Koch, working independently 30 years later, publicized the knowledge and the means of fighting the disease.[1][2]

Pathogenesis
V. cholerae pathogenicity genes code for proteins directly or indirectly involved in the virulence of the bacteria. During infection, V. cholerae secretes cholera toxin, a protein that causes profuse, watery diarrhea. Colonization of the small intestine also requires the toxin coregulated pilus (TCP), a thin, flexible, filamentous appendage on the surface of bacterial cells.
Genome
V. cholerae has two circular chromosomes, together totalling 4 million base pairs of DNA sequence and 3,885 predicted genes.[3] The genes for cholera toxin are carried by CTXphi, a temperate bacteriophage inserted into the V. cholerae genome. CTXφ can transmit cholera toxin genes from one V. cholerae strain to another, one form of horizontal gene transfer. The genes for toxin coregulated pilus are coded by the VPI pathogenicity island.
Bacteriophage CTXφ
CTXφ (also called CTXphi) is a filamentous phage that contains the genes for cholera toxin. Infectious CTXφ particles are produced when V. cholerae infects humans. Phage particles are secreted from bacterial cells without lysis. When CTXφ infects V. cholerae cells, it integrates into specific sites on either chromosome. These sites often contain tandem arrays of integrated CTXφ prophage. In addition to the ctxA and ctxB genes encoding cholera toxin, CTXφ contains eight genes involved in phage reproduction, packaging, secretion, integration, and regulation. The CTXφ genome is 6.9 kb long.[4]
VPI pathogenicity island
The VPI pathogenicity island contains genes involved in the creation of toxin coregulated pilus (TCP). It is a large genetic element (~40 kb) flanked by two repetitive regions (att-like sites), resembling a transposon in structure. The VPI pathogenicity island is composed of two gene clusters: the TCP cluster and the ACF cluster. Among the genes of the VPI pathogenicity island, twenty genes have been identified, where some genes are outside of the clusters like tagA, tagB and aldA[clarification needed].[5] The acf cluster is composed of 4 genes: acfABC and tagE, encoding a putative accessory colonization factor activated by toxR. The tcp cluster is composed of 15 genes: tcpABCDEFHIJPQRST and regulatory gene toxT.
Ecology and epidemiology
The main reservoirs of V. cholerae are people and aquatic sources such as brackish water and estuaries, often in association with copepods or other zooplankton, shellfish, and aquatic plants. Recent studies indicate that global warming creates a favourable environment for the bacteria.
Cholera infections are most commonly acquired from drinking water in which V. cholerae is found naturally or into which it has been introduced from the feces of an infected person. Other common vehicles include contaminated fish and shellfish, produce, or leftover cooked grains that have not been properly reheated. Transmission from person to person, even to health care workers during epidemics, is rarely documented.
Diversity and evolution
Two serogroups of V. cholerae, O1 and O139, cause outbreaks of cholera. O1 causes the majority of outbreaks, while O139 – first identified in Bangladesh in 1992 – is confined to South-East Asia. Many other serogroups of V. cholerae, with or without the cholera toxin gene (including the nontoxigenic strains of the O1 and O139 serogroups), can cause a cholera-like illness. Only toxigenic strains of serogroups O1 and O139 have caused widespread epidemics.
V. cholerae O1 has 2 biotypes, classical and El Tor, and each biotype has 2 distinct serotypes, Inaba and Ogawa. The symptoms of infection are indistinguishable, although more people infected with the El Tor biotype remain asymptomatic or have only a mild illness. In recent years, infections with the classical biotype of V. cholerae O1 have become rare and are limited to parts of Bangladesh and India.[6] Recently, new variant strains have been detected in several parts of Asia and Africa. Observations suggest that these strains cause more severe cholera with higher case fatality rates.
Images
  • Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9d/Cholera_bacteria_SEM.jpg/120px-Cholera_bacteria_SEM.jpg
Vibrio cholera bacteria
  • Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/ca/Vibrio_diagram.png/120px-Vibrio_diagram.png


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS